Thursday, March 15, 2012

Japan Trip with @pocariID (Part 2)

Menghabiskan satu malam di atas langit mungkin bisa jadi pengalaman pertama buat gw. Jadi bukan hal yang memalukan kalau gw gak bisa tidur semalam suntuk :D. Sempet sesekali nonton film sambil merem melek, eavesdropping percakapan penumpang di depan gw walaupun ngga tau mereka ngomong apaan, sampe bolak-balik ke kamar kecil karena panggilan alam. Yang jelas bukan malam dimana gw bisa bebas selonjoran atau tidur tanpa harus takut ngigo sembarangan. :p

Dan akhirnya waktu menunjukkan pukul 06.00 WLCS (waktu laut cina bagian selatan). Dalam beberapa jam lagi kita akan sampai di Narita Kokusai Kūkō atau bahasa kerennya Narita International Airport, prefektur Chiba, Jepang XD. Masih teringat jelas saat kita pertama kali turun dari pesawat. Dari dalam pesawat sih (pengennya) kita keluar disambut trus dikalungin bunga kek artis gitu (ngarep). Tapi boro-boro dikalungin pake bunga, yang ada kita turun pesawat langsung ngalungin syal gegara angin dingin yang masuk secara brutal lewat celah-celah garbarata. samuuuu---

Daaaaaan akhirnya kita menginjakkan kaki juga di Narita Airport. #heboh XD

Yokoso Japan!!

Setelah urusan imigrasi selesai, perjalanan dilanjutkan dengan shuttle bus menuju hotel kita di shinjuku-shi. Bukan lagi hal yang mengejutkan melihat bus yang akan kita naiki datang on-time
di halte yang dijaga oleh beberapa petugas yang mengenakan masker dan sebuah mic untuk pengeras suara. Bahkan ada juga yang datang beberapa menit sebelum waktu kedatangan seperti yang tertulis di sign board. Pokoknya keren level maksimal. :D

*Sampe koper pun ada antriannya sendiri. :)

Daaaan perjalanan pun dilanjutkan menuju kota Shinjuku. Waktu perjalanan dari narita ke shinjuku lebih kurang memakan waktu satu jam lebih-gue-lupa menit. Untung hampir semua shuttle bus di Jepang dilengkapi dengan penghangat, jadi gak perlu takut kedinginan, toh jendela sama pintu ditutup. Sayang kalo mau pake wifi di bus harus langganan dulu. hhh. #mentalgratisandeactivated

Sesampainya kita di Shinjuku, sempet yang kliyengan nyari hotel yang akan kita...ngg, tiduri selama dua hari. Suhu di shinjuku yang ngga kira-kira dinginnya menambah hasrat untuk segera nyampe ke hotel semakin tak terkontrol. Rasanya bener-bener pengen cepet nemplok kasur, ngelurusin kaki trus mandi pake air anget. Tapi sayang...sesampainya kita di hotel, semua keinginan itu kandas karena kita ternyata masih belum bisa check-in. Kenyataan memang terkadang menyakitkan. #halah

Setelah istirahat (bc: bongkar koper) di lobby selama satu jam, akhirnya #JapanTrip with @PocariID pun dimulai. Berhubung hotel kita, Century Southern Tower (lumayan) deket sama Shinjuku station, jadi kita putuskan untuk naik kereta ke Shibuya. Akhirnya kesampean juga naik kereta di Jepang. #udik :p

Dari stasiun ini kita bisa naik kereta ke berbagai tujuan, karena shinjuku station ini bisa dibilang the biggest & busiest station dan juga pusat dari semua kereta di Tokyo. Jadi jangan heran kalau mau masuk/keluar gate di stasiunnya aja bisa bikin kesasar. Salah keluar gate-nya aja bisa bikin kita harus puter balik. #pengalamanpribadi
Ditambah lagi kendala bahasa yang kadang bikin kita garuk-garuk kepala. Jangan kaget kalo kita tanya arah pake bahasa inggris & mereka cuma bisa bengong ngeliatin kita. Beneran nyesel kenapa dulu ngga ngelanjutin les bahasa Jepang pas SMA. =.=

Dari Shinjuku station kita menuju Shibuya Station yang hanya terpaut dua stasiun dari Shinjuku. Bersih, rapi, dan modern, mungkin kesan itu yang pertama kali terlintas di kepala. Bener-bener gak jauh beda sama yang biasa kita liat di kebanyakan dorama/anime.
Dari sini saja sudah terlihat dengan jelas budaya orang Jepang yang sangat mengutamakan kenyamanan penumpang, seperti priority seat untuk penumpang yang berusia lanjut sampai kamera pengawas di beberapa sudut gerbong. Bagi kita yang kurang lancar berbahasa jepang pun dijamin ngga bakal kelewatan turun stasiun karena hampir di setiap kereta sudah dilengkapi dengan peta dalam bahasa inggris, mepetnya ya romanji lah ya :p.
Sempet juga ngeliat banyak muda-mudi sampai bapak-bapak berjas yang duduk dengan muka serius sambil baca manga. Ternyata memang gak jauh beda sama yang biasa gw baca di manga. pokoknya sugee---:D

Sesampainya di Shibuya langsung tancap gas menuju Hachiko statue yang letaknya tepat di depan stasiun shibuya. Lucu juga nih sampai gate nya pun dikasih nama Hachiko gate. :D

Finally, your master has come, hachiko. :") *ngomong sama patung*

Lanjut ke shibuya crossing yang letaknya tepat disamping Hachiko statue. Sempet yang pengen bolak-balik nyebrang tapi sayang waktu ngga memungkinkan. #ngapainjugayak

The famous crossing in front of Shibuya station.

AKB48 new single billboard. Give me five.

Hachiko bus di Shibuya Crossing, kawai desu ne. :3

Lanjut ke next post deh! jaa mata nee. :D

2 comments:

Pondrafi said...

waaaahhhh... seru banget Zain pengalamanmu..
serasa kyak mimpi nih pasti pas nginjakin kaki di Jepang.
hmm.. ternyata Hachiko emang anjing paling ngetop di sana ya. ampe ada monumennta segala. keren deh pokoknya.

ngomong2 satu hal yg aku tangkap pas liat gambar2mu. tempatnya bersih banget ya Zain.

Anonymous said...

Hehe, seru banget senpai...Shibuya station ini emang tempat si hachiko nungguin pemiliknya, akhirnya dibangunlah monumennya disana & bener2 dijadiin meeting point buat couple2 gitu. hehe.
Orang jepang emang concern banget sama kebersihan senpai, sampe2 cari tempat sampah di public areanya aja susah, plus biasanya mereka buang sampah kalo sudah sampai rumah senpai. patut dicontoh. :)

Post a Comment

A journey is best measured in friends rather than miles ~Tim Cahill~

 
;