Friday, November 18, 2011

A journey with Aelke: Indonesia (Part 3)

Akhirnya perjalanan kita bersama Aelke akan segera berakhir, tapi jangan sedih! pasti akan ada petualangan-petualangan selanjutnya bersama Pocari Sweat! :)

Akhirnya kita bertiga melanjutkan perjanan ke Belitung, menyeberangi laut antara kalimantan dan sumatra. Di belitung kita hanya menemukan sedikit clue tentang sepeda yang kita cari.
Berhubung kita sudah sampai di pulang yang terkenal dalam film laskar pelangi ini, gak ada salahnya kita berwisata dulu. Sudah seharian kita menikmati keeksotisan pulau belitung, tak puas rasanya kalau kita nggak mencoba snorkeling di pantai ini nih! asyik. :D
Konon pantai disini sangat terkenal akan keindahannya loh! ada juga mercusuar tua yang sudah berumur 129 tahun!

[diambil dari flickr.com]


Setelah beberapa saat, kami berdua melanjutkan perjalanan tanpa ditemani Gema, karena gema harus pulang. Trims Gema! :D
Di pulau ini kita mendapatkan berita tentang keberadaan part sepeda yang sesungguhnya. Sebelum gema pulang, ia mengatakan bahwa part sepeda yang kita cari mungkin berada di kota yang terkenal dengan julukan "kota pelajar-nya". Kira-kira dimana yah?
Tapi sebelum pergi kesana, kita sepertinya harus melewati Bandar Lampung terlebih dahulu. Disini ada sungai dengan panjang sekitar 220 km loh! orang sekitar menyebut sungai tersebut sungai Way Mesuji.

Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 hari, akhirnya kita sampai juga di kota pelajar, Yogyakarta. Di kota gudeg ini katanya kita bisa menemukan part sepeda yang lain, dan gema sempat menyebut bahwa part tersebut berada di tempat di mana ada meriam kembar. Setelah berjalan-jalan seharian, kita mencoba untuk pergi ke Universitas Gadjah Mada. Tapi sayang, kita tidak menemukan part yang kita cari.

Dari UGM, kita melanjutkan perjalanan ke sebuah taman air yang berada di dekat keraton yogyakarta. Di istana air taman sari ini terdapat sisa peninggalan keraton yogyakarta pada zaman dahulu kala. Disini kita bisa menemukan lorong-lorong yang dulu sering digunakan untuk pertapaan, dan ada juga sebuah kolam yang dulu sering dipakai putri-putri raja untuk mandi. Wah, menarik juga yah.

[diambil dari antarafoto.com]

Dari istana air, kita akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Keraton Yogyakarta. Setelah seharian mencari, namun hasilnya nihil. Meriam Kembar yang dikatakan oleh Gema tidak berada disini. Setelah beberapa saat mencari info, akhirnya kita tau dimana letak meriam kembar itu berada. Letaknya ternyata tidak terlalu jauh dari keraton Yogyakarta.

Setelah berjalan kaki, kita akhirnya sampai ke jalan malioboro, kita sempat melihat istana kepresidenan yang sering disebut sebagai gedung agung. Tak jauh di depan gedung agung ini, ternyata ada sebuah benteng yang menyimpan benda-benda bersejarah jaman dulu termasuk meriam kembar! Ternyata meriam kembar tersebut berada di benteng Vredeburg! :D

[diambil dari jogjasiana.com]

Setelah mencari-cari, akhirnya kita menemukan komponen sepeda yang lain! Yay! :D

[Pedal Bhayangkara]

Kota Yogyakarta akhirnya menjadi kota terakhir yang kita singgahi, namun petualangan seru mencari komponen-komponen sepeda masih belum berakhir! masih ada satu komponen lagi yang harus kita cari!

Petualangan bersama Aelke adalah pengalaman yang takkan pernah bisa dilupakan. Walaupun harus berpisah untuk sementara...
namun akan datang hari dimana kita pasti akan berjumpa lagi...
Karena perjalanan masih belum terhenti...:)

[Bersambung]

1 comment:

Indonesia Virtual said...

Thanks infonya min.
Semoga saja warisan budaya ini tetap terjaga.
Salam kenal :)

Agan-agan kalau ingin melihat lebih dekat Taman Sari dengan foto virtual. Bisa lihat di sini: http://indonesiavirtual.com/index.php?option=com_jumi&fileid=11&Itemid=109&id_img=478

Post a Comment

A journey is best measured in friends rather than miles ~Tim Cahill~

 
;